Wednesday, 3 January 2018

Usaha Berkah Dan Sukses, Ini Kuncinya (2)

Rahasia ke-3: Memahami Ilmu Mental Bisnis
Yang jangan dilupakan adalah masalah mental atau mindset. Jago ilmu bisnis dan teknis bisa menjadi percuma jika mental bisnis kita payah. Anda harus memiliki semangat, kreatif, dan pantang menyerah. Harus memiliki pikiran maju, tidak cepat puas, dan mampu bangkit saat sedang terpuruk.
Bisa jadi, seorang penjual bakso faham tentang cara menjadi pebisnis bakso, tetapi jika mental bisnisnya yang kurang bagus seperti kurangnya kemauan, takut mengambil risiko, dan sebagainya, dia tidak akan menjadi pebisnis bakso yang sukses.
Beberapa mental bisnis yang perlu Anda miliki ialah pantang menyerah, selalu ingin lebih baik (mental juara), percaya diri, berani mengambil risiko, tekun, kreatif dan sebagainya.
Pertama perlu difahami bahwa membangun bisnis akan banyak rintangan. Diperlukan kekuatan mental yang kuat untuk mengatasi semua rintangan yang muncul di hadapan Anda.
Rahasia ke-4: Menguasai Ilmu Syariah
Rahasia 1 sampai 3 bisa membuat bisnis Anda sukses dan besar. Lalu, bagaimana supaya berkah. Ya, langkah pertamanya adalah memastikan bisnis kita tidak melanggar syariah. Jadi jangan asal bisnis, apakah bisnis Anda sudah halal?
Bisnis adalah bagian dari muamalah, artinya bagian dari ibadah. Ibadah muamalah ada rambu-rambu yang harus difahami dan ditaati. Untuk itu kita perlu belajar tentang fiqh niaga, termasuk ekonomi syariah agar bisnis kita halal dan terbebas dari riba.
Bukan hanya bank yang ada bank syariah. Bisnis bakso pun ada. Bakso syariah adalah bakso dimana bahan, tempat, dan pelayanan yang sesuai dengan syariah.
Belajarkan fiqh dan ilmu agama lainnya yang berkaitan dengan bisnis, agar bisnis Anda berkah.
Rahasia ke-5: Memahami Ilmu Ruhiah
Ini yang paling penting, agar kita bisa mendapatkan pertolongan Allah. Tanpa pertolongan Allah, semuanya akan percuma. Sebenarnya, kekuatan itu datang dari Allah, kita hanya berusaha, Allah yang menentukan.
Sudah banyak ustadz yang membahas berbagai aspek ruhiah seperti shadaqah, shalat dhuha, shalat tahajud, tawakal, bersyukur, dan sebagainya untuk memperlancar kita mendapatkan rezeki.
Itulah lima rahasia dari sebuah kesuksesan dan keberkahan dalam usaha. Yang perlu kita ingat ialah kita tidak asal praktik atau bertindak, tetapi memastikan tindakan kita tidak melanggar ajaran agama. Dan juga selain ikthiar maksimal, maka iman kita harus maksimal. Artinya semaksimal mungkin kita berusaha (dengan do’a, syukur, shadaqah, shalat dhuha, dan sebagainya) agar kita mendapatkan pertolongan Allah.
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/

Usaha Berkah Dan Sukses, Ini Kuncinya (1)

BANYAK orang yang ingin membuka usaha, tetapi sulit untuk memulai. Hal ini disebabkan karena adanya rasa takut akan kegagalan. Padahal, menjadi seorang pengusaha yang sukses itu harus berani untuk gagal. Sebab, kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan. Tentunya, kita harus mempersiapkan mental yang kuat untuk menghadapi kenyataan itu.
Ketika kita sudah memberanikan diri untuk membuka usaha, maka jangan hanya sekadar usaha. Anda juga perlu melakukan trik-trik khusus untuk mensukseskan usaha Anda. Nah, sebagai seorang muslim, sukses aja tidak cukup. Perlu juga adanya keberkahan yang diperoleh dari usaha kita. Tapi, bagaimana caranya?
Ada rahasia di balik kesuksesan dan keberkahan suatu usaha. Mau tahu? Ini dia lima rahasianya!
Rahasia ke-1: Memahami Ilmu Teknis Bisnis Anda
Ini sebenarnya penting, kita memang harus mengetahui hal-hal teknis dalam menjalankan bisnis kita. Tapi yang salah adalah Anda hanya fokus pada hal teknis tetapi melupakan ilmu lainnya yang justru lebih penting. 
Memang, Anda sebagai seorang pebisnis tidak harus mengurusi hal-hal teknis. Tetapi tetap harus difahami, karena keputusan-keputusan Anda, membangun sistem, memberikan delegasi, dan sebagainya dalam bisnis perlu pemahaman tentang hal-hal teknis tadi.
Saat memulai mungkin semuanya Anda lakukan sendiri, sehingga jika Anda mau berjualan bakso, setidaknya Anda mengetahui tentang cara meracik semangkuk bakso yang enak. Saat mulai, Anda yang menyajikannya sendiri, tetapi jangan keterusan, hanya saat memulai agar bisnis Anda mulai jalan.
Di antara banyaknya penjual bakso (sendiri) ada yang berubah menjadi pebisnis bakso yang besar. Merknya terkenal, punya tempat bagus, dan sudah punya cabang. Atau ada juga yang menjadi juragan bakso dengan ratusan grobak yang beroperasi. Sementara ada saja yang sudah sekian lama terus menjadi penjual bakso. Apa yang membedakannya? 
Keempat ilmu berikutnyalah yang akan membedakan mereka, siapa yang akan berkembang atau siapa saja yang terus menjadi tukang bakso sendirian.
Bisnis membuat dan menjajakan bakso saja tidak cukup untuk membesarkan bisnis bakso.
Rahasia ke-2: Memahami Ilmu Menjalankan Bisnis
Jika Anda mau bisnis bakso, tidak cukup hanya bisa membuat bakso atau menyajikannya. Kita membutuhkan ilmu menjalankan bisnis. Ilmu menjalankan bisnis meliputi pemasaran, manajemen (sistem), leadership, dan strategi bisnis. 
Jadi tidak cukup hanya bisa membuat bakso, Anda membutuhkan ilmu lainnya. Pertama tentang pemasaran, apa yang membedakan bakso Anda dengan bakso lainnya? Bagaimana cara menjangkau lebih banyak pelanggan? Bagaimana agar pelanggan Anda terus bertambah? Bagaimana cara memuaskan pelanggan? Dan sebagainya. Ini bisa Anda lakukan jika Anda memahami pemasaran.
Selanjutnya bagaimana agar rasa bakso Anda tidak berubah? Bagaimana agar produksi bisa terjaga dari segi kualitas dan kuantitas? Bagaimana agar siapa pun yang menyajikan bakso tetap enak rasanya? Nah ini membutuhkan ilmu tentang sistem bisnis. Anda harus belajar.
Termasuk ilmu memimpin, karena bisnis itu adalah tim. Bukan bisnis jika segalanya Anda lakukan sendiri. Sudahkan Anda bisa memimpin?
Inilah yang memungkinkan bisnis Anda berkembang. Pemasaran kuat, ada sistem, ada tim, dan Anda sebagai owner bisnis bisa memimpin anak buah Anda. []

Tuesday, 2 January 2018

Ini Dia Rahasia Bisnis Orang-Orang Di Saudi

SEORANG pria berkebangsaan Inggris dikontrak oleh Bin Dawood (salah satu departemen store terkemuka di Saudi Arabia) sebagai regional manager untuk menangani salah satu cabang supermarket mereka di Makkah.
Pria ini memiliki pengalaman yang baik sebagai manager di sejumlah pusat perbelanjaan baik di Inggris, Malaysia, dan Cina.
Setelah tinggal dan bekerja beberapa lama di Saudi, pria itu kemudian menceritakan betapa aneh, unik dan inspiratifnya orang-orang menjalankan bisnis di Saudi.
Kisah pertama.

Di Makkah, di samping Bin Dawood Superstore, ada sebuah perusahaan yang tengah membangun sebuah megastore. Jaraknya hanya terpaut beberapa meter saja dari Bin Dawood.
Manajer baru ini merasa gelisah. “Kenapa sih mereka tidak buka di tempat yang lain?” ketusnya.
Mendengar perkataan manajer itu, pemilik Bin Dawood mengerutkan wajahnya, pertanda tidak suka dengan perkataan tersebut.
Apa yang kemudian dilakukan oleh owner Bin Dawood itu?
Dia lantas mengirimkan sebagian karyawan Bin Dawood ke pusat perbelanjaan yang tengah berbenah tadi. Mengirimkan makanan dan teh, serta menawarkan bantuan yang mereka butuhkan.
Manajer Inggris itu terheran-heran melihat reaksi pemilik Bin Dawood.
Pemilik Bin Dawood kemudian mengatakan, “Rezeki kita itu sudah ditentukan. Mereka tidak akan bisa mengambilnya, walaupun hanya satu riyal saja jika itu sudah ditakdirkan menjadi milik kita. Jadi mengapa kita tidak coba mencari pahala dan membantu mereka?”
Kisah kedua
.Fakieh Poultry Farms adalah peternakan ayam terbesar kedua di Arab Saudi, setelah Al Watania sebagai peternakan terbesar pertama.
Pada 2014, Fakieh Poultry memproduksi 500 ribu potong ayam broiler setiap harinya. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 200 peternakan ayam yang tersebar di seluruh wilayah di Arab Saudi.
Suatu saat, saingan terbesar Fakieh Poultry—Al Watania terlilit hutang sebesar lebih dari satu juta riyal. Jika tidak dibayar, risikonya mungkin sangat besar bagi bisnis mereka. Aset mereka dapat disita.
Apa yang kemudian dilakukan oleh pemillik Fakieh Poultry?
Dia mengirim cek sebagai bantuan bagi perusahan Al Watania untuk membayar hutangnya sambil berpesan,
“Bayar hutang-hutangmu sekarang, dan kembalikan kepadaku kapan saja kalau kamu sudah bisa mengembalikannya.”
Fakieh Poultry punya peluang untuk menyingkirkan saingannya dan menjadi perusahaan nomor satu. Tapi sebaliknya, ia malah menolong saingan bisnisnya itu yang tengah kesulitan.
Ini adalah gambaran bisnis di Arab Saudi, dimana bisnis mereka dijalankan dengan hati yang sadar bahwa rezeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Pahamilah konsep sederhana ini, bahwa rezeki kita itu sudah ditetapkan. Tak perlulah merasa gelisah dengan adanya persaingan dalam bisnis.
Tak perlu takut rezeki kita ada yang merebut, atau bahkan sampai melakukan trik-trik kotor dan sabotase untuk menjatuhkan saingan kita. Wallahu a’lam. []

Hadis-hadis Keutamaan Bersiwak

  Nabi saw. tidak hanya mengajarkan kepada umatnya tentang ubudiyah dan ketauhidan. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga...