Monday, 20 July 2020

Alip Ba Ta, Pria Ponorogo yang Jago Main Gitar sampai Dipuji Musisi Dunia

Nama Alip Ba Ta harum sampai ke mancanegara karena kepiawaiannya bermain gitar akustik. Bagi yang belum tahu, Alip Ba Ta adalah nama yang dipakai di media sosial oleh seorang lelaki bernama Alief Gustakhiyat.
Sosok Alief sebenarnya sudah diperbincangkan warganet sejak akhir tahun lalu. Tapi sampai sekarang, pamornya tak pernah pudar.
Alip Ba Ta mencuri perhatian gara-gara permainan gitar ala fingerstyle-nya yang memukau. Aksinya memainkan lagu Indonesia maupun mancanegara kerap diunggah di channel Youtube beralamat Alip_Ba_Ta.

Yang unik dari Alip Ba Ta, dirinya tak pernah mengajak penonton untuk subscribe, like, dan share -- hal yang dilakukan oleh sebagian besar Youtuber. Di awal video, Alief tanpa basa-basi langsung beraksi dengan gitar akustiknya. Ya, Alief tak pernah bicara di dalam video.
Alief Gustakhiyat atau Alip Ba Ta [Youtube/Alip_Ba_Ta]
Alief Gustakhiyat atau Alip Ba Ta [Youtube/Alip_Ba_Ta]
Ekspresi datar Alief saat bermain gitar juga jadi sorotan. Ciri khas lainnya, lelaki asal Ponorogo itu di dalam video selalu mengenakan pakaian sederhana: kaos dan celana pendek.
Kesederhanaan Alief juga tampak dari tempat atau ruangan dia merekam aksinya. Asbak, rokok, dan segelas kopi yang diletakkan sisi kirinya tempat dia duduk lesehan juga seperti jadi properti wajib dalam tiap video yang diunggah.
Alief diketahui bekerja di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dia adalah seorang operator forklift, sebuah alat atau kendaraan yang digunakan untuk mengangkat beban-beban berat. Dunia pekejaannya yang jauh dari bidang musik membuat banyak orang terkejut.
Banjir pujian
Aksi Alief bermain gitar memantik sederet musisi lokal maupun luar negeri untuk bereaksi. Addie MS misalnya pernah unggah video Alief lewat Twitter pada September 2019.
Video yang diunggah perlihatkan Alip Ba Ta saat memainkan lagu No Women No Cry milik Bob Marley. Di caption, Addie memuji dan bertanya siapa lelaki misterius tersebut. Dari situ, banyak warganet yang memberikan informasi pada Addie MS.
Sederet musisi dunia juga terpukau dengan permainan gitar Alip Ba Ta. Bahkan musisi sekelas Brian May, gitaris band legendaris Queen, sampai dibuat kepincut.
May pernah unggah video Alip Ba Ta lewat akun Facebook pribadinya. Dia terkesan dengan permainan gitar yang meng-cover Bohemian Rhapsody, salah satu lagu ikonik milik Queen.
Di keterangan unggahan tersebut, May juga membawa-bawa profesi Alief sebagai operator forklift. Ya, mungkin saja dia juga tak menyangka bidang pekerjaan Alief sama sekali tak berhubungan dengan kemahirannya bermain gitar bergaya fingerstyle.
Akun resmi Facebook Queen diketahui juga pernah unggah video Alief memainkan lagu Love of My Life.
Pujian buat Alip Ba Ta juga pernah datang dari gitaris Igor Presnyakov alias Uncle Igor dan Fun Two. Keduanya mampir di kolom komentar unggahan video yang diunggah.
Tak ketinggalan, ada juga gitaris grup band Avenged Sevenfold Synyster Gates. Dia unggah aksi Alief di Instagram Stories dengan memberikan pujian.
sumber: suara.com

Friday, 17 July 2020

5 Pengusaha ini Sukses Jadi Jutawan dan ‘Go International’ dari Kampung. Tak Wajib Merantau kok!

Banyak orang yang beranggapan bahwa sukses hanya dapat diraih di kota-kota besar karena di sana pula terletak kesempatan dan peluang yang banyak. Makanya, laju pertambahan penduduk jadi semakin banyak di kota padahal pekerjaan yang didapat bisa jadi tak seenak yang dibayangkan. Lagipula jika mampu melihat lebih luas, ada juga kok kesempatan untuk berusaha dari desa demi mendapatkan uang yang sama atau bahkan lebih besar daripada harus jauh-jauh merantau.
Buktinya ada beberapa pengusaha yang sukses walaupun melejitkan usahanya dari kampung tanpa harus menetap di kota besar. Mereka memiliki kisahnya sendiri-sendiri hingga menghasilkan sebanyak sekarang ini. Kita simak yuk cerita selengkapnya!

1. Salah satu yang identik dengan pedesaan adalah pertanian. Nah, ternyata kita bisa lo ‘go international’ dari desa seperti Ulus Pirmawan

Ulus Pirmawan/ Credit: Kick Andy via twitter.com
Ulus Pirmawan merupakan anak seorang petani dari Kampung Gondok, Lembang, Bandung Barat, sehingga ia sudah akrab dengan dunia pertanian sejak kecil. Dilansir dari Detik, karena tak mampu melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP ia akhirnya juga memilih untuk melakukan hal yang sama dengan orang tuanya yaitu menjadi seorang petani dan menggarap lahannya sendiri. Ia memiliki tujuan agar orang-orang lebih puas dengan produk yang ia hasilkan hingga suatu hari ia berhasil memanen buncis super untuk dijual ke kota besar termasuk Jakarta bahkan diekspor dari tahun 1995. Tahun 2017, ia mendapatkan penghargaan FAO yang tarafnya internasional sebagai petani teladan.

2. Andris Wijaya asal Garut sukses dengan inovasi hasil pertanian dalam bentuk nasi liwet instan dengan omzet puluhan juta rupiah

Andris Wijaya/ Credit: Biografi Pengusaha via biografi-pengusaha.blogspot.com
Andris merupakan seorang lulusan teknik mesin yang banting setir menjadi pebisnis sukses. Dilansir dari Kompas, ayahnya merupakan seorang penjual beras curah di Garut yang performanya sempat turun padahal Andris yakin bahwa beras Garut ini memiliki kualitas yang baik hingga ia selalu berupaya untuk tetap menjualnya. Akan tetapi, beras Garut ternyata belum cukup menjual saat itu sehingga ia malah menemukan inovasi untuk menjual produk dalam bentuk nasi liwet instan. Awalnya produk ini juga ditolak oleh toko-toko namun ia menggunakan strategi promo dengan memberi gratis ke beberapa pihak hingga akhirnya makin banyak yang tertarik dan permintaan akan produk ini makin melejit bahkan kini dijual sampai Amerika dan Dubai. Wow~

3. Nama Aang Permana asal Cianjur melejit karena olahan ikan dari kampung halamannya menjadi produk siap makan

Aang Permana/ Credit: Dream via www.dream.co.id
Tempat tinggal Aang dekat dengan waduk Cirata yang menghasilkan ikan-ikan salah satunya ikan petek yang biasa digunakan sebagai pakan ternak padahal memiliki kandungan tinggi seperti kalsium dan protein. Akan tetapi, ia berhasil mengubahnya menjadi produk penuh inovasi yaitu ikan crispy yang diberinya label “Sipetek.” Kini, ikan ini berhasil dijual dari Aceh sampai Papua, bahkan juga Malaysia, Singapura, Hongkong, Beijing, Taiwan, hingga Arab Saudi. Dilansir dari Republika, karena hal ini ia berhasil menjadi juara 1 Wirausaha Muda Berprestasi dari Dispora Jawa Barat 2017, Kick Andy Young Hero 2017, Juara 1 Wirausaha Sosial dari INOTEK – Sampoerna Indonesia 2016, dan berbagai penghargaan lainnya.

4. Kerja dari kampung tak melulu di bidang pertanian, I Ketut Mardjana justru mendirikan tempat wisata saat pulang kampung

I Ketut Mardjana/ Credit: Jarrak via jarrak.id
I Ketut Mardjana sebelumnya adalah Dirut Pos Indonesia, namun setelah tidak menjabat karena mundur ia pulang ke kampung halaman yaitu di kaki Gunung Batur. Menurutnya bisa saja sebenarnya ia hidup enak di ibu kota namun pilihannya untuk pulang ternyata membuatnya makin kaya raya. Di kaki Gunung Batur, ia mendirikan tempat wisata berupa pemandian air hangat dan kolam renang yang dinamai Toya Devasya. Pemandian ini kemudian ramai dikunjungi oleh para turis.

5. Masih dalam bidang pariwisata, seorang pengusaha asal Makasar bernama Zukri membuka arena outbond dan sukses


Produknya/ Credit: Sukma Jahe via www.facebook.com
Awalnya Zukri menjual jahe instan berlabel “Sukma Jahe” karena melihat jahe sebagai komoditas yang berlimpah di daerahnya. Produk ini tak hanya berhasil dipasarkan di Sulawesi namun juga sampai ke luar daerah. Omzet yang didapatkan sampai Rp100juta lo. Penghasilannya  juga bukan hanya dari jahe instan saja tapi juga dari jasa tour dan outbond karena potensi alam Makasar yang kaya. Selain itu ada juga jasa training serta penginapan dan transportasi yang membuat pemasukannya lebih banyak lagi.

Nah, ternyata jika bisa melihat peluang secara lebih luas, apa yang ada di sekitar kita bisa juga dijadikan sumber daya untuk dibisniskan. Kuncinya terus inovasi, bangun koneksi, dan konsisten dalam melakukannya. Kalau begitu bukan hanya kamu yang sukses sendirian malah juga bisa memberdayakan orang-orang di sekelilingmu.
hipwee.com

Tuesday, 14 July 2020

10 Orang Terkaya di Dunia

Forbes kembali mengeluarkan daftar orang-orang kaya dunia melalui "The Richest in 2020".
--
1. Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia untuk tahun ketiga berturut-turut, Jeff Bezos yang merupakan pendiri dan CEO Amazon tersebut memiliki nilai kekayaan US$143,4 miliar (Rp 2.137 triliun/ Kurs Rp 14,902).
--
2. Bill Gates mempertahankan posisinya sebagai orang nomor dua terkaya. Bill Gates, pendiri Microsoft, nilai kekayaan US$106,3 miliar (Rp 1.584 triliun/ Kurs Rp 14,902).
--
3. Bernard Arnault merupakan miliuner asal Perancis dan CEO dari produsen barang mewah terbesar di dunia, LVMH (LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE). Arnault memiliki kekayaan sekitar US$ 92,7 miliar (sekitar RP 1.381 triliun/ Kurs Rp 14,902).
--
4. Mark Zuckerberg pendiri dan CEO Facebook Inc masih tetap bertahan dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Mark Zuckerberg US$78,3 miliar atau sekitar RP 1.166 triliun/ Kurs Rp 14,902 dan menjadi orang terkaya ke-empat di dunia.
--
5. Warren Buffet, menjadi orang terkaya ke-lima di dunia. Harta yang dimilikinya ditaksir US$69,8 miliar atau sekitar RP 1.040 triliun/ Kurs Rp 14,902.
--
6. Larry Ellison adalah co-founder perusahaan software, Oracle, yang didirikan pada tahun 1977. Harta yang dimilikinya ditaksir US$67,4 miliar atau sekitar RP 1.004 triliun/ Kurs Rp 14,902.
--
7. Steve Ballmer, dia adalah salah satu orang yang paling berjasa di balik kesuksesan Microsoft. Steve Ballmer memiliki harta US$ 65,8 miliar atau setara Rp 980 triliun/ Kurs Rp 14,902.
--
8. Salah satu pendiri Google, Larry Page memiliki harta yang ditaksir US$62,6 miliar atau sekitar RP 934 triliun/ Kurs Rp 14,902.
--
9. Sama seperti Page, Sergey Brin merupakan salah satu Pendiri Google. Brin bisa dibilang adalah 'wajah' bagi produk-produk eksperimental yang dibuat oleh Google. Sergey Brin memiliki harta yang ditaksir US$60,3 miliar atau sekitar RP 898 triliun/ Kurs Rp 14,902.
--
10. Amancio Ortega, Pria asal spanyol ini menjadi orang kaya dari kesuksesan bisnis ritelnya Zara. Amancio Ortega memiliki harta yang ditaksir US$60,1 miliar atau sekitar RP 895 triliun/ Kurs Rp 14,902.

Sunday, 12 July 2020

Cerita Filsa Budi yang Buka Usaha Bermodal Rp 100 Ribu, Kini Untung Miliaran

Kegagalan bukan adalah suatu hal yang biasa ditemui oleh tokoh-tokoh yang berada di dalam profil orang sukses. Sebelum menjadi seseorang dengan nama dan bisnis besar, mereka diterpa bahkan dijatuhkan oleh masalah atau tantangan.

Hanya saja seorang pebisnis tidak akan kalah langkah selagi diungguli oleh nasib. Mereka mungkin terpuruk sesaat, tapi tetap mencari jalan lain untuk tetap bisa berbisnis. Hal itu terlihat dalam kisah sukses Filsa Budi Ambia, pemilik dari Kampoeng Timoer dan Mistercrabs.

Kampoeng Timoer merek dagang dari usaha olahan laut milik Filsa. Ia mengolah berbagai jenis hidangan laut, salah satunya kepiting menjadi makanan yang dekat dengan masyarakat, yakni peyek.

Peyek kepiting buatan Filsa ini terbilang sukses. Kampoeng Timoer disebut sebagai oleh-oleh nomor satu dari kota tempat tinggalnya, Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Mistercrabs juga merupakan olahan kepiting, hanya saja difokuskan untuk diedarkan di luar Balikpapan.

Peyek mungkin terlihat seperti sederhana, namun siapa sangka, Filsa bisa meraup untung besar dari bisnis ini. Ketika masih berjalan selama dua tahun saja, ia sudah mendapatkan omzet sebesar Rp 165 juta. Setelah bisnisnya berkembang, omzet yang didapat Filsa menyentuh angka miliran rupiah.

Peyek kepiting milik Filsa kini sudah di tersedia di berbagai kota di Indonesia. Bisnis yang besar itu tentu saja tidak muncul begitu saja melainkan berawal dari sebuah bisnis kecil. Adapun upaya untuk menumbuhkan bisnis itu hingga besar, Filsa harus harus jatuh berkali-kali.


Berhenti bekerja demi bisni

Pria 34 tahun ini berasal dari kota Purwekerto, Banyumas, Jawa Tengah. Selepas SMK, ia memutuskan ikut dengan salah satunya untuk mencari pekerjaan di kota Balikpapan pada tahun 2006.

Pekerjaan pertama yang ia dapat diperantauan adalah supir truk di sebuah perusahaan tambang. Upah yang ia dapat dari balik kemudi adalah Rp 2 juta per bulan.

Pendapatan ini baginya tidak terbilang besar, apalagi jika mengingat biaya hidup di Balikapapan yang tinggi. Filsa juga saat itu tidak lagi tinggal bersama saudaranya karena saudaranya pindah ke Surabaya. Hal ini yang membuatnya harus memikirkan biaya tempat tinggal.

Saat itu, Filsa menginginkan sesuatu yang lebih, ia ingin lebih maju. Baginya, untuk bisa maju, ia harus menjadi seorang pengusaha. Alhasil, keinginan tersebut ia ambil dengan langkah awal mengajukan surat pengunduran diri ke perusahaan.


Mulai dari bangkrut hingga ditipu


 Cerita Filsa Budi yang Buka Usaha Bermodal Rp 100 Ribu, Kini Untung Miliaran (1)

Filsa Budi bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.                                                                       

Memantapkan diri sebagai seorang pengusaha. Bisnis pertama yang ia buka adalah kios yang menjual ayam goreng kalasan. Mulai dari bahan baku hingga uang sewa lapak, semua disuntik oleh uang yang disisihkan dari gajinya.

Sayangnya, modal yang ia keluarkan untuk bisnis tersebut seakan sia-sia. Dalam waktu 3 bulan, binsis ayam goreng kalasan milik Filsa ini terpaksa gulung tikar.

Kebangkrutan ini membuatnya Filsa mengambang di tengah nasib, tidak kemana-mana. Penghidupan saat itu ia perjuangkan dengan cara menjadi supir tembak di salah satu jasa rental mobil.

Hal ini diperparah dengan tagihan utang yang berasal dari kartu kredit yang ia pakai untuk membiayai pernikahan. Karena utang, ia harus berurusan dengan debt collector atau penagih hutang, bahkan sang istri pun mengalami kekerasan secara verbal yang dilakukan si penagih hutang.

Pada tahun 2012, Filsa mencoba peruntungan dari bisnis lain, yaitu bisnis martabak mini. Martabak mini itu dibuka di gerai-gerai kecil dan dalam jangka waktu tertentu, Filsa bisa memiliki 35 gerai yang tersebar di Indonesia.

Terlihat besar memang, namun Filsa sendiri tidak merasakan hasilnya. Bisnis martabak mini ini tidak berjalan di jalur yang mulus sehingga harus berakhir sama dengan bisnis pertamanya.

Kepahitan seperti tidak berhenti di hidup Filsa saat itu. Pria itu harus menanggung hutang lebih besar lagi karena menjadi korban penipuan yang mengaku ingin berinvestasi di bisnis martabaknya. Uang tersebut raib dibawa oleh si penipu di saat Filsa juga mendapatkan uang itu dari berhutang.

Diselamatkan uang Rp 100 ribu

Cerita Filsa Budi yang Buka Usaha Bermodal Rp 100 Ribu, Kini Untung Miliaran (2)

Peyek kepiting dari Kampoeng Timoer.   

Dunia seakan menjadi lebih sempit dan membuat Filsa semakin sesak saat itu. Bagaimana tidak? Ia memiliki banyak hutang, tidak memiliki pekerjaan ditambah keluarganya yang saat itu serba kekurangan. Filsa dan sang istri bahkan tidak mampu untuk membelikan susu untuk anaknya yang masih bayi sehingga terpaksa diganti dengan teh manis.

Karena kebutuhan yang banyak, Filsa tidak memiliki pilihan lain kecuali menggadai mas kawin. Uang sebesar Rp 1,5 juta itu ia pergunakan untuk membeli kebutuhan keluarganya dan menyidakan Rp 100 ribu.

Tekad Filsa untuk menjadi pengusaha tidak tumbang meski nasib menerpanya dengan keras. Bermodalkan Rp 100 ribu, ia melanjutkan bisnis peyek kacang milik salah satu tetangganya.

Tetangganya memutuskan untuk berhenti menjual peyek kacang karena hasilnya yang tidak memuaskan. Hal itu ternyata dirasakan juga oleh Filsa.

Hanya saja, Filsa tidak menyerah. Sebagai pebisnis ia mencoba untuk mencari peluang bisnis agar bisnis peyek itu tidak mati. Ia melihat potensi dari kota Balikpapan sendiri yang di mana kepiting dijual dengan harga murah. Peyek kepiting juga menurutnya belum banyak saat itu sehingga ia memberanikan diri untuk memulai bisnis peyek kepiting yang di mana menjadi pijakan terakhirnya dalam bertahan di dunia bisnis.

Filsa mempergunakan kepiting-kepiting yang tidak masuk ke dalam kriteria ekspor, namun masih tetap layak untuk dikonsumsi. Tak disangka, eksperimennya ini disambut baik oleh teman-temannya. Mereka suka dengan peyek kepiting yang dibuat oleh Filsa.

Berangkat dari situ, Filsa terus mengembangkan bisnis peyek kepitingnya. Seiring berjalannya waktu, bisnisnya ini semakin membesar bahkan bisa membuka cabang di Yogyakarta sebagai bentuk ekspenasi bisnisnya di pulau Jawa.

Kesuksesan bisnisnya ini membuatnya didukung oleh pemerintah. Kampoeng Timoer yang dirintis Filsa ini menjadi UMKM yang akhirnya bisa dibina oleh Dinas Perindustrian dan Dinas Perikanan.

(kumparan.com)

Hadis-hadis Keutamaan Bersiwak

  Nabi saw. tidak hanya mengajarkan kepada umatnya tentang ubudiyah dan ketauhidan. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga...